Primary Navigation

Desember (tidak) Kelabu

Angin dingin meniup mencekam di bulan Desember
Air hujan turun deras dan kejam, hati berdebar
Kuteringat bayangan impian di malam itu
Malam yang kelabu, kau ucapkan kata selamat tinggal, sayang..

Sepotong bait dari lagu Desember Kelabu yang dipopulerkan Yuni Shara tersebut rasanya tepat benar menggambarkan keadaan saya beberapa waktu lalu. Sejak awal bulan Desember, saya selalu berharap semoga bulan ini cepat berlalu. Bahkan status akun-akun jejaring sosial saya juga dipenuhi dengan kalimat ‘Desember cepatlah berlalu’.

Ya, Desember memang penuh cobaan buat saya. Mulai dari diselingkuhin (mantan) pacar yang sudah dipacari hampir lima tahun, Skripsi yang tidak disetujui untuk ikut sidang, tugas kuliah yang bertumpuk, jadwal UAS yang berbarengan dengan jadwal sidang skripsi, sampai masalah keuangan yang mampet. Huff, benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Berat badan sampai turun tujuh kilogram karena tidak nafsu makan, lingkar mata panda membesar karena kurang tidur, penyakit juga mampir terus ke badan saya. Sepanjang minggu-minggu awal Desember ini, rasanya sulit bernafas dengan tenang. Beruntung saya memiliki banyak teman yang selalu mendukung dan mengingatkan saya bahwa semua ‘kerepotan’ ini akan segera berlalu dan berganti keindahan.

Desember (ternyata) ceria.

Meskipun mendapati kenyataan bahwa (mantan) pacar ~yang minta waktu untuk berpikir tenang dengan alasan sedang banyak masalah~ ternyata malah selingkuh, saya tidak lantas berduka. Saya malah bersyukur doa saya dijawab oleh Allah. Saya berdoa agar Allah memberikan jodoh yang terbaik buat saya, yang mampu membimbing saya dunia dan akhirat. Allah pun menunjukkan bahwa dia bukanlah orangnya.
Setelah skripsi saya sempat ditolak untuk ikut sidang skripsi, saya jadi tertantang untuk memerbaikinya sebaik mungkin. Saya disadarkan bahwa sebelumnya saya hanya mengerjakan skripsi itu dengan asal-asalan. Kini, hasil kerja keras saya bisa saya nikmati karena saya berhasil lulus dalam sidang skripsi 23 Desember lalu. Itu berarti, gelar Sarjana Sosial tinggal sedikit lagi bisa saya raih.
Dengan lulusnya saya dari sidang skripsi, maka saya bisa lebih tenang menjalani ujian akhir semester selama dua minggu terakhir di bulan Desember ini. Teman-teman pun turut membantu belajar dan mengerjakan tugas kuliah bersama-sama.
Saat keuangan menipis karena pengeluaran untuk biaya skripsi yang cukup besar, tiba-tiba ada pekerjaan tambahan yang cukup menghasilkan.

Allah tidak pernah memberikan cobaan kepada manusia, di luar batas kemampuannya.
Saya menyadari betul hal itu. Asal kita ikhlas dalam menerima cobaan sambil tetap berusaha dan berikhtiar, Allah akan menunjukkan jalanNya.

Desember hampir usai, waktunya mengucapkan ‘Januari, cepatlah menghampiri’. Saya percaya, Allah punya rencana lebih baik untuk saya dan kita semua di tahun depan.

Posted with WordPress for BlackBerry.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *